"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan
haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai
unta yang kurus; mereka datang dari segenap penjuru yang jauh."
(QS. Al-Hajj: 27)
Setiap kali musim haji tiba, jutaan manusia bergerak menuju satu tempat yang sama. Mereka berasal dari berbagai bangsa, berbicara dengan bahasa yang berbeda, memiliki warna kulit yang beragam, serta hidup dalam keadaan yang tidak sama. Ada yang kaya, ada yang sederhana. Ada pemimpin negara, ada petani, nelayan, guru, pedagang, pegawai, bahkan orang yang sepanjang hidupnya tidak pernah dikenal manusia. Namun ketika berada di hadapan Ka'bah, semua berdiri sejajar. Tidak ada kursi kehormatan. Tidak ada tanda pangkat. Tidak ada gelar yang meninggikan seseorang. Yang ada hanyalah seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Lalu muncul sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan: mengapa Allah memanggil manusia ke rumah- Nya? Apakah Allah membutuhkan kedatangan kita? Tidak. Allah adalah Tuhan Yang Maha Kaya.Ketaatan seluruh manusia tidak menambah kemuliaan-Nya, dan kemaksiatan seluruh manusia tidak mengurangi keagungan-Nya.
Sesungguhnya kitalah yang membutuhkan Allah. Kita membutuhkan
ampunan-Nya. Kita membutuhkan petunjuk-Nya. Kita membutuhkan kasih sayang-Nya.
Karena itu, haji dan umrah bukanlah perjalanan untuk memenuhi kebutuhan Allah,
melainkan kesempatan yang Allah berikan agar manusia kembali menemukan jalan
pulang menuju-Nya. Betapa banyak manusia
yang sibuk mengejar
dunia hingga lupa kepada
tujuan hidupnya. Harta terus bertambah, tetapi hati terasa sempit. Jabatan semakin tinggi, tetapi jiwa semakin gelisah.
Rumah semakin besar,
tetapi ketenangan semakin
sulit ditemukan. Lalu
Allah memanggilnya. Bukan agar ia sekadar melihat Ka'bah, melainkan
agar ia melihat kembali dirinya
sendiri. Di
hadapan Baitullah, manusia belajar bahwa hidup ini sesungguhnya sangat singkat.
Apa yang selama ini dibanggakan akan ditinggalkan. Yang menemani hingga akhir
hanyalah iman, amal saleh, dan keikhlasan. Karena itu, jangan bertanya, “kapan saya berangkat haji?” Tetapi bertanyalah, “mengapa Allah ingin memanggil saya?” Sebab
panggilan itu bukan hadiah bagi orang yang paling kaya. Bukan pula penghargaan
bagi orang yang paling terpandang. Panggilan itu adalah kasih sayang Allah
kepada hamba yang Dia kehendaki agar kembali mendekat kepada-Nya.









