• Jl.Raya Kupang Jaya 1 Kav. 6 Surabaya

Travel Atria

13. Ketika kembali ke rumah - Perjalanan yang sesungguhnya baru dimulai.

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)."

(QS. Al-Hijr: 99)

 

Pesawat telah mendarat. Koper telah dibuka. Oleh-oleh telah dibagikan. Ucapan syukur dan doa dari keluarga telah selesai. Lalu… apakah perjalanan haji dan umrah telah selesai?

Tidak. Sesungguhnya, perjalanan yang paling penting justru baru dimulai.

Selama berada di Tanah Suci, sangat mudah untuk menjadi orang yang rajin beribadah. Azan berkumandang, ribuan orang bergegas menuju masjid. Suasana mengajak hati untuk berdzikir. Lingkungan mengingatkan kita kepada Allah.

Namun ketika kembali ke rumah, suasananya berbeda. Kesibukan datang kembali. Pekerjaan menanti. Godaan kembali menghampiri. Di sinilah kemabruran mulai diuji.

 

Jadilah Cahaya di Tengah Keluarga

Keluarga adalah orang pertama yang akan melihat perubahan. Mereka tidak membutuhkan cerita panjang tentang perjalanan kita. Mereka ingin melihat perubahan dalam diri kita.

Apakah kita menjadi lebih sabar? Lebih lembut kepada pasangan? Lebih perhatian kepada orang tua? Lebih menyayangi anak-anak? Lebih mudah memaafkan? Lebih ringan mengucapkan terima kasih?

Jika keluarga merasakan ketenangan karena kehadiran kita, itulah salah satu buah haji yang mabrur.

 

Jadilah Teladan di Tengah Masyarakat

Masyarakat tidak mengetahui bagaimana kita thawaf. Mereka tidak melihat bagaimana kita berdoa di Multazam. Namun mereka melihat bagaimana kita berbicara, bagaimana kita berdagang, bagaimana kita memenuhi janji, bagaimana kita memperlakukan orang lain.

Di situlah nilai haji dan umrah akan terlihat. Bukan dari sorban yang dikenakan. Bukan dari gelar “haji” di depan nama. Melainkan dari akhlak yang semakin mulia.

 

Menjaga Kerinduan kepada Allah

Ada satu kerinduan yang tidak boleh hilang setelah pulang dari Tanah Suci, yaitu kerinduan untuk selalu dekat dengan Allah.

Kerinduan itu dipelihara dengan salat yang khusyuk, dengan membaca Al-Qur'an, dengan memperbanyak dzikir, dengan menjaga amanah, dengan membantu sesama, dan dengan terus memperbaiki diri.

Jangan biarkan hati yang pernah menangis di depan Ka'bah kembali mengeras karena kesibukan dunia. Jangan biarkan air mata di Arafah hanya menjadi kenangan. Biarkan semua itu menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

 

Menjadi Undangan yang Hidup

Orang yang pulang dari Tanah Suci hendaknya menjadi undangan hidup bagi orang lain. Bukan dengan banyak bercerita, tetapi dengan akhlaknya.

Ketika orang melihat kejujurannya, mereka ingin mengenal Islam. Ketika orang merasakan kelembutannya, mereka ingin belajar darinya. Ketika orang menyaksikan amanahnya, mereka percaya bahwa haji benar-benar mampu mengubah manusia. Itulah dakwah yang paling indah: dakwah melalui keteladanan.


RENUNGAN

Suatu hari nanti, semua kenangan perjalanan ini mungkin akan memudar. Foto-foto akan tersimpan. Video-video akan jarang dibuka.

Namun ada satu pertanyaan yang akan tetap Allah ajukan kepada kita: “apa yang berubah setelah Aku memanggilmu menjadi tamu-Ku?”


Semoga saat itu kita dapat menjawab, “Ya Allah… aku memang belum menjadi hamba yang sempurna. Tetapi sejak Engkau memanggilku ke rumah-Mu, aku tidak pernah berhenti berusaha menjadi lebih baik.”

Itulah jawaban yang semoga lahir dari hati setiap tamu Allah. Karena sesungguhnya, perjalanan menuju Baitullah berlangsung beberapa hari. Tetapi perjalanan menuju ridha Allah berlangsung hingga akhir hayat.


PENUTUP

Buku kecil ini telah selesai dibaca. Namun semoga perjalanan ruhani yang ada di dalamnya tidak berhenti pada halaman terakhir.

Jika setelah membaca buku ini hati kita semakin rindu kepada Baitullah, bersyukurlah. Itu adalah nikmat dari Allah.

Jika setelah membacanya kita terdorong memperbaiki salat, menjaga amanah, lebih jujur, lebih sabar, lebih penyayang, dan lebih dekat kepada Allah, maka itulah tujuan sebenarnya dari buku ini.

Jangan menunggu dipanggil ke Tanah Suci untuk menjadi hamba yang baik.

Mulailah hari ini. Mulailah dari rumah. Mulailah dari hal-hal yang sederhana. Karena Allah melihat setiap langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas.

Bagi yang belum berkesempatan berhaji atau berumrah, jangan putus asa. Teruslah berdoa. Teruslah berikhtiar. Teruslah mempersiapkan hati. Sebab boleh jadi Allah sedang menyiapkan waktu terbaik untuk memanggil Anda menjadi tamu-Nya.

Bagi yang telah berhaji atau berumrah, jangan pernah merasa perjalanan telah selesai. Jagalah nilai-nilai yang telah Allah tanamkan selama berada di Tanah Suci. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Dan jadikan seluruh hidup sebagai jawaban atas panggilan Allah.


Akhirnya, marilah kita berdoa:

Ya Allah… panggillah kami menjadi tamu-Mu apabila Engkau mengetahui bahwa itu akan mendekatkan kami kepada-Mu.

Jika kami telah Engkau panggil, jangan biarkan kami pulang dengan hati yang sama.

Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah amal ibadah kami, kuatkanlah kami untuk menjaga amanah, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang Engkau cintai.

Anugerahkan kepada kami haji yang mabrur, umrah yang maqbulah, rezeki yang halal dan berkah, hati yang bersih, akhlak yang mulia, serta akhir kehidupan yang husnul khatimah.

Pertemukanlah kami kembali dengan Baitullah, dan pada akhirnya pertemukanlah kami dengan- Mu dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


PESAN PENYUSUN

Tim ATRIA menyusun buku saku ini sebagai ikhtiar sederhana untuk menghadirkan edukasi haji dan umrah yang mudah dipahami, menyentuh hati, dan mengajak setiap muslim memaknai ibadah sebagai jalan perubahan diri.

Semoga setiap huruf dalam buku ini menjadi ilmu yang bermanfaat, setiap kalimat menjadi pengingat, dan setiap pembacanya memperoleh cahaya hidayah serta kerinduan yang semakin besar kepada Baitullah dan kepada Allah SWT.

 

 

"Haji dan umrah bukan sekadar perjalanan menuju Baitullah, tetapi perjalanan kembali kepada Allah. Persiapkan bukan hanya biaya, koper, dan dokumen, tetapi juga hati yang ikhlas, ilmu yang benar, akhlak yang mulia, serta tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga setiap langkah menuju Baitullah menjadi langkah menuju ampunan, rahmat, dan ridha Allah SWT."

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah."

(QS. Al-Baqarah: 196)

 

"Allah tidak memanggil semua orang ke Baitullah, tetapi Allah memanggil setiap hati untuk kembali kepada-Nya."