• Jl.Raya Kupang Jaya 1 Kav. 6 Surabaya

Travel Atria

11. AMANAH - Menjaga Kepercayaan Allah

  • "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan

amanah kepada yang berhak menerimanya…"

(QS. An-Nisa’: 58)

 

Setiap kali musim haji dan umrah tiba, sesungguhnya ada dua kelompok manusia yang sama-sama menerima nikmat dari Allah.

Yang pertama adalah jemaah. Allah memilih dan memanggil mereka menjadi tamu-Nya. Tidak semua orang memperoleh kesempatan itu. Banyak yang memiliki harta tetapi belum dipanggil. Banyak yang sehat tetapi belum diberi kesempatan. Karena itu, menjadi tamu Allah adalah nikmat yang sekaligus merupakan amanah.


Kelompok yang kedua adalah para penyelenggara, pembimbing, petugas, dan semua orang yang melayani jemaah. Mereka juga menerima nikmat yang besar. Allah mempercayakan kepada mereka tugas untuk melayani orang-orang yang sedang memenuhi panggilan-Nya. Tidak setiap orang memperoleh kepercayaan yang semulia ini.

Maka sesungguhnya, kedua belah pihak sama-sama memikul amanah. Bedanya, jemaah bertanggung jawab atas ibadahnya, sedangkan penyelenggara bertanggung jawab atas pelayanan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

 

Amanah Jemaah

Banyak orang berdoa agar diberi kesempatan berhaji. Namun setelah Allah mengabulkannya, jangan sampai kesempatan itu hanya menjadi perjalanan biasa.

Seorang jemaah wajib menjaga amanah Allah. Ia menjaga salatnya. Menjaga lisannya. Menjaga kesabarannya. Menjaga nama baik Islam. Menghormati sesama jemaah. Menghormati petugas. Menjaga kebersihan. Menjaga ketertiban.

Sebab setiap perilaku seorang jemaah mencerminkan akhlak seorang muslim. Jangan sampai seseorang datang sebagai tamu Allah, tetapi pulang dengan membawa kesombongan. Jangan pula pulang hanya membawa cerita tentang hotel, makanan, dan pusat perbelanjaan. Pulanglah dengan membawa hati yang lebih dekat kepada Allah.

 

Amanah Penyelenggara

Di sisi lain, penyelenggara haji dan umrah tidak sedang menjual sebuah perjalanan wisata. Mereka sedang mengemban amanah untuk melayani tamu-tamu Allah.

Setiap berkas yang diurus, setiap koper yang dipindahkan, setiap hotel yang dipilih, setiap makanan yang disediakan, setiap pertanyaan yang dijawab — semuanya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Jemaah mungkin tidak mengetahui semua yang dilakukan penyelenggara. Tetapi Allah mengetahuinya. Karena itu, jangan pernah mengurangi hak jemaah. Jangan mempersulit yang seharusnya dimudahkan. Jangan menjanjikan sesuatu yang tidak mampu dipenuhi. Jangan mengutamakan keuntungan hingga mengabaikan keselamatan dan kenyamanan jemaah. 


Ingatlah, keuntungan yang diberkahi lebih mulia daripada keuntungan yang diperoleh dengan mengurangi amanah.

 

Amanah adalah Ibadah

Amanah bukan sekadar kewajiban moral. Amanah adalah ibadah. Seorang jemaah yang menjaga aturan sedang beribadah. Seorang pembimbing yang membimbing dengan ikhlas sedang beribadah. Seorang petugas yang membantu jemaah lanjut usia sedang beribadah. Seorang penyelenggara yang jujur dan transparan sedang beribadah.


Semakin besar amanah yang diberikan Allah, semakin besar pula tanggung jawabnya. Karena itu, jangan pernah merasa bangga hanya karena dipercaya. Lebih penting daripada dipercaya manusia adalah lulus dalam mempertanggungjawabkan kepercayaan itu di hadapan Allah.


RENUNGAN

Suatu hari nanti, seluruh perjalanan ini akan berakhir. Hotel akan ditinggalkan. Pesawat akan mendarat. Paspor akan disimpan. Koper akan kembali ke rumah. Tetapi ada satu hal yang akan tetap mengikuti kita hingga hari kiamat, yaitu amanah yang pernah Allah titipkan kepada kita.

Maka bertanyalah kepada diri sendiri. Sebagai jemaah: sudahkah aku menjaga kehormatan sebagai tamu Allah? Sebagai penyelenggara: sudahkah aku melayani tamu Allah sebagaimana aku ingin keluargaku sendiri dilayani?

Karena pada akhirnya, haji dan umrah bukan hanya tentang sampai di Tanah Suci. Haji dan umrah adalah tentang bagaimana kita menjaga amanah yang Allah percayakan kepada kita. Dan ketahuilah, amanah yang ditunaikan akan melahirkan keberkahan. Amanah yang dikhianati akan menjadi penyesalan yang tidak berkesudahan.