"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu
berita, maka telitilah kebenarannya…"
(QS.
Al-Hujurat: 6)
Keinginan
berhaji dan berumrah adalah panggilan hati. Namun panggilan hati harus disertai
dengan ikhtiar yang benar.
Tidak sedikit orang yang berangkat dengan penuh harapan, tetapi akhirnya mengalami kekecewaan karena salah memilih penyelenggara. Bahkan, ada yang kehilangan tabungan bertahun-tahun akibat mempercayai janji yang tidak masuk akal. Karena itu, memilih penyelenggara haji dan umrah bukan sekadar memilih harga yang murah. Ini adalah memilih siapa yang akan mendampingi kita menuju rumah Allah. Bukankah untuk urusan dunia saja kita memilih orang yang dapat dipercaya? Apalagi untuk perjalanan menuju Baitullah.
Jangan
Mudah Tergiur
Seringkali
manusia tertarik oleh sesuatu yang tampak murah. Padahal Allah mengajarkan agar
kita menggunakan akal, ilmu, dan kehati-hatian.
Jika ada janji yang terlalu indah untuk dipercaya, berhentilah sejenak. Bertanyalah. Carilah penjelasan. Pastikan semuanya benar. Sebab ibadah yang suci tidak boleh dimulai dengan kecerobohan.
Ingatlah, biaya haji dan umrah bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat hasil kerja keras, tabungan bertahun- tahun, bahkan tidak sedikit yang berasal dari jerih payah seumur hidup. Jagalah amanah itu.
Pilih
yang Resmi, Pilih
yang Amanah
Pilihlah
penyelenggara yang memiliki izin resmi sesuai ketentuan pemerintah. Tetapi
jangan berhenti pada izin. Lihat pula rekam jejaknya.
Bagaimana pelayanannya? Bagaimana bimbingan ibadahnya? Bagaimana keterbukaannya dalam memberikan informasi? Bagaimana tanggung jawabnya ketika menghadapi masalah? Sebab kepercayaan dibangun bukan hanya oleh selembar izin. Kepercayaan dibangun oleh kejujuran yang terus dijaga dari waktu ke waktu.
Jangan
ragu untuk bertanya. Jangan malu meminta penjelasan. Penyelenggara yang baik
akan menjelaskan dengan jujur, bukan sekadar menjanjikan.
Jangan Membeli
Harga, Pilihlah Nilai
Sebagian orang bertanya, “berapa
biaya haji atau umrah?”
Pertanyaan itu penting. Tetapi ada pertanyaan yang lebih penting: “apa yang
akan saya peroleh selain perjalanan?”
Apakah
ada pembinaan sebelum keberangkatan? Apakah ada pembimbing yang siap mendampingi? Apakah
jemaah dibimbing memahami makna ibadah, atau hanya diajak berpindah dari
satu tempat ke tempat lain?
Karena
sesungguhnya, perjalanan menuju Baitullah bukanlah barang dagangan. Perjalanan
ini adalah proses membentuk hati. Jangan hanya mencari yang paling murah.
Carilah yang paling dapat dipercaya. Sebab harga yang murah dapat terlupakan. Tetapi pelayanan yang jujur
dan amanah akan selalu dikenang.
Tanggung Jawab Bersama
Jemaah
memiliki tanggung jawab untuk memilih dengan cermat. Penyelenggara memiliki
tanggung jawab untuk melayani dengan amanah. Jika keduanya sama-sama menjaga
kepercayaan, maka perjalanan menuju Baitullah akan menjadi perjalanan yang
penuh keberkahan.
Haji dan umrah bukan sekadar hubungan antara penyelenggara dan jemaah. Lebih dari itu, keduanya sedang bekerja sama memenuhi panggilan Allah. Karena itu, hubungan mereka harus dibangun di atas kejujuran, saling menghormati, saling percaya, dan saling mendoakan.
RENUNGAN
Sebelum memutuskan
berangkat, jangan hanya bertanya, “berapa biayanya?” Tetapi bertanyalah pula,
“siapakah yang akan mendampingiku menuju rumah Allah?”
Karena perjalanan ini
terlalu mulia untuk diserahkan kepada orang yang tidak amanah. Dan terlalu
berharga untuk dipertaruhkan hanya karena tergiur oleh janji yang tidak masuk akal.
Semoga Allah mempertemukan
setiap calon jemaah dengan penyelenggara yang jujur, amanah, dan bertanggung
jawab. Serta menjadikan setiap penyelenggara sebagai pelayan tamu-tamu Allah yang bekerja
bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk mengharap ridha dan
keberkahan dari-Nya.
Sebab pada akhirnya, yang
paling penting bukanlah siapa yang mengantar kita ke Tanah Suci. Yang paling
penting adalah siapa yang membantu kita semakin dekat kepada Allah SWT.









